twitterfacebookrss feedemail



Monday, May 6, 2013

Menerapkan Model Pembelajaran; Numbered Heads Together


 
A. Pendahuluan

Pertama-tama saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan saya yang telah membantu saya dalam menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) ini di kelas PPL 1. Tidak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada dosen PPL 1 saya, Asmi Rusmanayanti, S.Pd. M.Sc. yang telah pertama kali mengenalkan model pembelajaran ini kepada saya. Dan dengan penuh antusias, saya mencari diberbagai media, salah satunya internet mengenai model ini. Akhirnya, dengan modal “paham”, saya langsung mempraktekannya di kelas micro teaching. Pada saat itu, saya berada di kelas Ibu Dra. Rina Listia, M.Pd.

B. Penerapan NHT di dalam kelas

Apa itu NHT ? NHT adalah suatu strategi model pembelajaran kooperatif yang menggunakan angka yang diletakkan diatas kepala dengan tujuan untuk memudahkan guru dalam mengeksplor aktifitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas. Strategi ini pertama kali dikenalkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1992.

Pada saat saya memakai metode ini, pertama saya membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Masing-masing siswa dalam kelompok sengaja diberi nomor untuk memudahkan kinerjakerja kelompok, mengubah posisi kelompok, menyusun materi, mempresentasikan, dan mendapat tanggapan dari kelompok lain. Setelah itu tiap kelompok memberikan kesimpulan.

Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam melaksanakan model ini adalah :

1.       Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan masing-masing siswa dalam setiap kelompoknya mendapatkan nomor urut. Pengalaman saya adalah, ketika dalam kelas PPL 1 saya membuat exercise yang didalamnya ada 5 soal, pertanyaan dimulai dengan W/H questions. Terdapat 25 siswa didalam kelas sehingga saya membagi mereka kedalam 5 grup, yang tiap grup beranggotakan 5 orang. Tiap orang ini bertanggung jawab dengan soal exercise nya.

2.      Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakan permasalahannya. Tiap kelompok mendiskusikan bersama.

3.      Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggotanya mengetahui jawaban tersebut.

4.      Guru memanggil salah satu nomor secara random dan siswa yang bernomor tersebut melaporkan jawabannya. Dalam tahap ini, seluruh kelompok yang bernomor sama yang dipanggil guru harus siap. Tiap kelompok yang nomornya dipanggil memberikan jawaban mereka. Apabila tidak bisa menjawab, maka guru dapat memberikan punishment.

5.      Siswa dipersilahkan memberikan tanggapan apabila dirasa jawaban kelompok lain kurang tepat.

6.      Setelah siswa melaporkan hasil, guru mendiskusikan jawaban-jawaban yang telah dijawab siswa, dan memberi jawaban yang paling benar.

7.      Tiap kelompok memberikan kesimpulan (apabila diperlukan).

Adapun kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran ini, yakni:

Kelebihan

1.       Setiap murid menjadi siap semua
2.      Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh
3.      Murid yang pandai dapat mengajari murid yang kurang pandai
4.      Terjadinya interaksi yang tinggi antara siswa dalam menjawab soal
5.      Tidak ada murid yang mendominasi dalam kelompok, karena adanya nomor yang membatasi.

Kekurangan

1.       Tidak terlalu cocok untuk jumlah siswa yang banyak karena membutuhkan waktu yang lama.
2.      Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. Karena kemungkinan waktu yang terbatas.

C. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan saya, dengan menerapkan model pembelajaran NHT ini, keantusiasan siswa dalam mempelajari materi guru sangat tinggi. Karena dirasa menarik dan “menegangkan’. Siswa diharuskan bertanggung jawab terhadap soal yang diberikan, sehingga memicu siswa menjadi aktif dalam menjawab. Disamping itu, dalam tiap kelompok mungkin terdapat siswa yang kurang pandai, dengan model pembelajaran ini, maka siswa yang kurang pandai dapat berdiskusi dengan siswa yang pandai, sehingga mereka dapat bersama-sama belajar.


6 comments:

  1. artikel yang sangat bermanfaat bagi guru

    ReplyDelete
  2. betul artikel yang memiliki power buat guru untuk mengajar lebih efektif
    thank"s

    ReplyDelete
  3. Wah bermanfaat sekali artikelnya ... :)

    ReplyDelete